Pilih Laman

 

Daring Adalah kependekan dari dalam jaringan. Survei UNICEF melaporkan bahwa sebanyak 66 persen dari 60 juta siswa dari berbagai jenjang pendidikan di 34 provinsi mengaku tidak nyaman saat belajar di rumah (BDR) selama pandemi Covid-19. Lalu, 87 persen dari data tersebut ingin segera kembali ke sekolah.

Bagaimana pun kualitas BDR tidak sama dengan pembelajaran tatap muka. Namun, tentu kita tidak mau ambil risiko dengan mengadakan pembelajaran tatap muka. Maka, mau tidak mau kita harus bersabar menjalani BDR.

Tentu ketidaknyamanan yang dirasakan siswa ada alasannya. Dari survei tersebut juga melaporkan bahwa 38 persen siswa mengatakan kendala utamanya adalah kekurangan bimbingan dari guru, sementara 35 persen menyebutkan akses internet yang buruk.

Anda setuju atau tidak dengan survei itu?

Saya menganggap data itu sebagai refleksi. Kalau benar, maka membuat saya harus memperbaiki pembelajaran. Kalau keliru, maka saya pertahankan dan tingkatkan pembelajaran.

Hal di atas wajar. Sebab kita sudah lama menjalani BDR baik itu daring (online) maupun luring (off line). Wajar kan jika suatu kegiatan yang dijalani secara terus menerus menimbulkan kebosanan. Maka, beragam cara harus kita lakukan agar pembelajaran tetap menantang dan menyenangkan.

Siswa bosan bisa jadi karena guru kurang kreatif, menggunakan strategi itu-itu saja, atau metode konvensional.

Beberapa masalah yang dihadapi sebetulnya sudah ada jalan keluarnya. Beban kurikulum yang berat dapat diatasi dengan penyederhanaan kompetensi dasar atau pemberlakukan kurikulum darurat. Kebutuhan kuota internet diatasi dengan bantuan kuota data internet yang diberikan pemerintah.